Posted by : Ilham Noor Habibie Monday, May 1, 2017


MAKALAH
Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Ilham Noor Habibie
1IA15
53416432
 
 
  1. Latar Belakang
    Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup dengan sendiri. Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Di dalam kehidupannya manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Hal ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan manusia lain.
    Kita tidak bisa seenaknya melakukan hal-hal menurut keinginan kita sendiri itu karena kita adalah makhluk sosial. Hidup tanpa bantuan dari orang lain tidak akan bisa berjalan dengan baik dan tidak akan bisa tercapai. Sering kita lihat dan mungkin kita alami betapa sulitnya kita tanpa ada teman yang bisa membantu dan menemani kita, kita tidak akan bisa berinteraksi dan bersosialisasi. Makhluk individu dan makhluk sosial sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, betapa pentingnya peranan masyarakat di sekitar kita
     
  2. Tujuan Penulisan
    Makalah ini dibuat dengan tujuan sebagai pemenuhan tugas soft skill ilmu Budaya Dasar sekaligus sebagai literatur tambahan bagi mahasiswa dan memahami arti Manusia sebagai Makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari atau pembaca yang ingin menambah wawasan yang mencakup manusia sebagai makhluk social
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
  3. Landasan Teori
    Dua sisi kemanusia yang melekat pada setiap individu yaitu manusia sebagai makhluk individu dan sebagai makhluk sosial. Sering didefinisikan bahwa manusia sebagai makhluk sosial mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, itu artinya tidak bisa hidup sendiri. Dengan dasar kodrati yang demikian  berarti manusia di lahirkan untuk menjadi bagian dari kebulatan suatu masyarakat. Dengan demikian bahwa manusia merupakan bagian dari organisasi sosial.
     
    Manusia sejak dilahirkan mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu;
    1.      Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu masyarakat.
    2.      Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.
     
    Manusia untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia menggunakan pikiran,perasaan dan kehendaknya.
    Organisasi sosial ( sosial organization ) didalam kehidupan manusia tersebut, merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal balik yang saling mempengaruhi dan juga suatu pertanyaan, apakah setiap himpunan manusia dapat dinamakan kelompok sosial? Untuk itu, Di perlukan beberapa persyaratan tertentu, antara lain :
    1.      Adanya kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.
    2.      Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lain.
    3.      Adanya  faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, yang dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama.
    4.      Berstruktur berkaidah dan mempunyai pola perilaku.
    5.      Bersistem dan berproses.
     
    Istilah organisasi secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kesatuan orang – orang yang tersusun dengan teratur berdasarkan pembagian tugas tertentu. Istilah sosial berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan pergaulan manusia dalam masyarakat. Organisasi sosial yang merupakan gabungan dari kedua istilah tersebut dapat di artikan sebagai suatu susunan atau struktur dari berbagai hubungan antar manusia yang terjadi dalam masyarakat, dimana hubungan tersebut merupakan suatu kesatuan yang teratur. Secara luas organisasi sosial di artikan sebagai jaringan tingkah laku manusia dalam ruang lingkup yang kompleks pada setiap masyarakat. Scara ringkas organisasi sosial dapat  di definisikan sebagai suatu rangkaian pelapisan terstruktur hubungan antar manusia yang saling ketergantungan.
    Organisasi  sosial adalah dimana terdapat suatu struktur organisasi dan suatu faktor, yang dimiliki bersama oleh anggota – anggota kelompok – kelompok itu,sehingga hubungan antara mereka bertambah erat. Faktor – faktor itu yang terdiri darikepentingan yang sama. Politik yang sama. Hal ini merupakan iklan yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu.
    Menurut JBAF Major Polak dalam Hari Budianto (2008) bahwa organisasi sosial  dalam arti sebagai sebuah asosiasi adalah sekelompok manusia yang mempunyai tujuan tertentu, kepentingan tertentu,menyelenggarakan kegemaran tertentu, atau minat – minattertentu. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto organisasi sosial adalah kesatuan  - kesatuam hidup atasdasar kepentingan yang sama dengan organisasiyang tetap sebagai sebuah sosial. Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat di simpulkan bahwa organisasi sosial berdasarkan pendekatan sosiologi adalah organisasi sosial sebagai sebuah asosiasi, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai tujuan, kepentingan, kegemaran, minat yang sama dan membentuk sebuah organisasi yang tetap.
    Sedangkan organisasi  kemasyarakatan atau organisasi massa (ormas) dalam pasal 1 UU No 8 Tahun  1985 tentang organisasi kemasyarakatan (ormas). Yang di maksud  dengan organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang di bentuk oleh anggota masyarakat warganegara republik Indonesia scara sukarela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama, dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa. Untuk berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah Negara kesatuan republic Indonesia yang berdasarkan pancasila.
    Organisasi sosial dalam prosesnya, terdapatproses yang dinamis, dimana hubungan antar manusisa di dalamnya senantiasa berubah – ubah, tindakan masing – masing orang terhadap orang lain selalu berulang – ulang dan terkoordinasi.  Namun demikian dalam organisasi sosial mencerminkan pula suatu pola tingkah laku yang terstruktur dalam setiap proses perubahannya. Jadi organisasi sosial, disamping sebagai suatu kondisi yang bersifat dinamis, juga sebagai kondisi yang bersifat struktural.
    Organisasi sosial angggota – anggotanya tersusun scara  sisttematis, masing – masing mempunyai status dan peranan yang bersifat formal, masing – masing memelihara dan berusaha bersama untuk mencapai tujuan bersama. Setiap  organisasi mempunyai perannya tersendiri dalam kaitannya untuk mencapai tujuannya.  Dapat diketahui sebelumnya bahwa peran adalah adanya sikap dan perilaku nilai serta tujuan  yang di harapkan dari seseorang atau kelompok berdasarkan posisinya di masyarakat. Adapun yang menjadi ciri – ciri dari organisasi sosial adalah :
    a.      Rumusan batas – batas operasinya (organisasi) jelas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan – tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
    b.      Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas berkaitan dengan informasi  mengenai organisasi, tujuan  pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
    c.       Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap  anggotanya memiliki peran serta tugas masing – masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
     
     
  4. Analisis
     
    Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan konprehensif. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknis analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah. Selain itu , penulis melakukan browsing internet.
 
  1. Kesimpulan
    Manusia adalah makhluk individu dan juga makhluk sosial. Sebagai individu, ia mempunyai kemauan dan kehendak yang mendorongnya berbuat dan bertindak. Dari apa yang diperbuatnya dan dari sikap hidupnya, orang dapat mengetahui pribadi seseorang. Sebagai makhluk idividu, manusia ingin hidup senang dan bahagia, dan menghindar dari segala yang menyusahkan. Untuk itu ia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani yang dapat membawa kesenangan dan kebahagiaan kepada dirinya.
Ø Dari uraian makalah yang kami buat, dapat disimpulkan bahwa alasan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena:
ü  Ada dorongan untuk berinteraksi
ü  Manusia tunduk pada aturan, norma social
ü  Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.
ü  Manusia tidak dapat hidup sebagai manusia jika tidak ada di tengah-tengah manusia.
 
Ø  Ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial, yaitu: imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Media (agen) sosialisasi utama yang menjadi wahana di mana individu akan mengalami sosialisasi untuk mempersiapkan dirinya masuk ke dalam masyarakat sepenuhnya antara lain:
ü  Keluarga
ü  Teman Sepermainan (Kelompok Sebaya)
ü  Sekolah 
ü  Lingkungan Kerja 
ü  Media Massa
 
  1. Referensi
  • Effendi,R. dan Setiadi, E.M 2010.pendidikan lingkungan,sosial,budaya dan teknologi.Bandung;UPI Press
  • Effendi, Ridwan. (2007). Panduan kuliah Pendidikan Lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi .Bandung: CV. Maulana media Grafika
  • Wrahatnala, Bondet. (2009). Sosiologi 1 untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 101 – 112.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Ilham Noor Habibie - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -